知野敬太さんの「インドネシアのエッセイ2」を掲載します。

October 12, 2018

心の豊かさ:Kekayaan Hati

知野敬太

 

インドネシアと日本の違いなど、挙げたらきりがなさそうに思えるが、その中でもよく目につくのが仕事の違いであろう。国が違えば当然、文化や生活が違い、それに伴い仕事も異なる。だが、ことインドネシアに関しては、一度振り返ってみてしまうような、そんな興味深い仕事がたくさんある。

 

Saya pikir ada banyak perbedaan antara Indonesia dan Jepang. Di antaranya yang terlihat secara jelas adalah “perbedaan pekerjaan”. Wajar saja kalau negaranya berbeda, berbeda pula budaya, dan kehidupan, dan pekerjaannya. Akan tetapi, khususnya di Indonesia, ada banyak pekerjaan yang menarik perhatian saya.

 

 

例えばコレ。名前はンガメン。アグレッシブな「流し」と考えると分かり易いかもしれない。彼らは乗り合いバスのアンコットに颯爽と乗ってきては、携えてきた渾身の1曲を披露する。そして演奏終了後に最大限の“ドヤ顔”をして、チップを要求する。この一連の流れが仕事だ。私はその目新しさと演奏のクオリティの高さから、いつも2000ルピアほどチップを払うのだが、多くのインドネシア人はチップを払わない。もしくは払っても鬱陶しそうにチップを渡していた。

 

Misalnya pekerjaan berikut ini. Namanya ngamen. Mungkin lebih mudah dimengerti kalau saya sebut ngamen adalah “nagashi” yang ceria. Pertama-tama, mereka naik angkot yang melaju cepat, lalu bermain musik dengan sangat ekspresif. Kemudian setelah bermain musik, mereka tersenyum penuh percaya diri meminta uang kepada para penumpang. Saya selalu memberi kira-kira 2000 rupiah karena mereka menarik dan tingginya kualitas suguhan mereka, tetapi umumnya penumpang tidak memberi uang atau kalaupun memberi, wajah mereka kelihatan kurang sumringah.

 

 

続いてはコレ。名前は分からなかった。着ぐるみを着て、音楽を流しながら街をあちこち歩いて、チップをいただく仕事だ。なかなかストイックな仕事である。着ぐるみの大半はオンデルオンデルという、ジャカルタに古くから伝わる伝統的な衣装だが、写真のようにどこから来たのかよく分からない、特に関係のない着ぐるみもあり、仕事のスタイルはだいぶ自由だ。ただ、ンガメン同様、チップをもらうことはなかなか難しいようで、中身はその明るい見た目とは裏腹なのかもしれない。

 

Yang Kedua. Saya tidak tahu namanya. Mereka memakai kostum yang berbeda dan berjalan sambil menyetel musik, dan kadang-kadang mendapat uang. Sebagian besar kostum mereka disebut “ondel-ondel” seni traditional Jakarta, tetapi kadang-kadang ada kostum yang aneh seperti foto ini. Mereka juga susah memdapat tidak seperti pengamen. Jadi saya tidak tahu bagaimana kondisi mereka sesungguhnya dengan kostum seperti itu. Apakah mereka periang seperti kelihatan dari luar…??

 

大学の先生に聞くと、彼らは貧乏で勉強ができなかったために、やむなくそのような仕事をしているという。また、言うまでもないが、彼らの給料は不安定で、極めて低い水準である。

 

Dosen saya berbicara, apa boleh buat mereka bekerja seperti itu karena mereka tidak bisa belajar cukup. Tentu saja, gajinya tidak stabil dan rendah sekali.

 

ただ、いつも彼らを見るとどこか楽しそうで、私にはそれが幸せに見えるのだ。

 

Akan tetapi, mereka selalu kelihatan senang. Dan, kelihatannya itu membahagiakan.

 

インドネシアにいると、「豊か」とは何なのか、考え直したくなる。おそらく世界どこに行っても存在する「お金=豊か」というものさし。私を含め、日本人はこのものさしを用いがちだ。大きな家や高い車がその人のステータスになるなんてことは当たり前だ。

 

Sejak saya datang ke Indonesia, saya kadang-kadang berpikir “Apa yang disebut kekayaan?”. Mungkin di seluruh dunia ada parameter bahwa “Uang=kekayaan”. Khususnya orang Jepang termasuk saya sering memakai parameter ini. Di Jepang, biasanya besarnya rumah dan mahalnya mobil dipakai sebagai status orang-orang.

 

しかし仮に望むモノが揃ったとして、どうだろう。

おそらく次は、もっと良いものを、もっと珍しいものを、、と、その欲望は満たされることはないだろう。

 

Akan tetapi, kalau orang-orang bisa mendapat banyak materi..?

Pasti orang-orang mencari yang lebih baik, lebih langka… Nafsu seperti ini, mungkin tidak akan terpuaskan.

 

つまり、そこに「心の豊かさ」はないのではないだろうか。

 

Jadi, menurut saya di sana tidak ada “kekayaan hati”.

 

インドネシアでは、決して物質的に豊かでなくても、人とのつながりの近さやコミュニケーションの多さといった「心の豊かさ」が溢れている。

 

Di Indonesia, tidak begitu banyak “kekayaan materi”, tetapi ada “kekayaan hati” seperti hubungan orang-orang yang dekat dan komunikasi yang cukup.

 

果たして日本とインドネシア、どちらが「豊かな」国なのだろうか。。

 

Manakah yang lebih kaya, Jepang atau Indonesia?

 

 

 

Please reload

Please reload

Please reload

  • Facebook Basic Square
  • Twitter Basic Square
  • Google+ Basic Square

powerd by Daisuke Musashi

currently operated by

eiki watanabe


be 

i